Allah Api Yang Menghanguskan

Nomor : 682  Tanggal : 28 November  2010

Oleh : Ibu Nita Hartoyo

Ibrani 12:28,29

Kita bersyukur memiliki Allah yang mengasihi umat-Nya. Hal ini dibuktikan dengan mengaruniakan suatu Kerajaan yang tidak tegoncangan. Segala kekayaan sorgawi, baik talenta, kemampuan, terlebih keselamatan di dalam nama Yesus. Oleh sebab itu Allah mau agar kita mengucap syukur dan beribadah kepada-Nya menurut cara yang berkenan kepada-Nya. Banyak kali mungkin kita nampaknya ‘beribadah’ namun tidak dengan cara yang benar dan berkenan kepada-Nya. Bahkan mungkin kita sudah menjalani hidup ini seolah tidak lagi memiliki rasa hormat dan takut akan Tuhan. Saudara yang dikasihi Tuhan, jangan lupakan segala kebaikan-Nya dalam hidup kita. Namun ingatlah bahwa Allah adalah api yang menghanguskan. Ia akan menuntut suatu pertanggung jawaban atas segala karunia yang telah kita terima.

Firman Tuhan menceritakan beberapa contoh orang-orang yang tidak berhati-hati dalam hidupnya, sehingga harus berhadapan dengan api Allah yang menghanguskan tersebut.

II. Samuel 6:6-7

Uza, salah seorang anak Abinadab, ikut bersama Daud memindahkan tabut perjanjian ke Yerusalem. Di tengah perjalanan lembu-lembu yang mengangkut tabut perjanjian tergelincir. Uza mengulurkan tangannya pada tabut Allah itu. Maka bangkitlah murka Tuhan pada Uza karena keteledorannya itu dan matilah Uza disana. Uza berniat baik, namun ia melakukannya tidak dengan cara yang berkenan di hadapan Tuhan.

Kisah 5:1-11

Ananias dan isterinya, Safira, menjual sebidang tanah yang sebenarnya adalah hak mereka. Namun mereka berdua sepakat berdusta di hadapan Petrus. Tidak mereka sadari bahwa tindakan mereka mencobai Roh Tuhan.

I. Samuel 10:10-12

Saul, sebelumnya adalah raja yang dipilih oleh Allah atas umat-Nya.    Ia  diurapi, diberi kemampuan, dan sudah pasti kuasa serta otoritas Illahi untuk menjalankan pemerintah nya. Namun Saul tidak menjaga hati, ia membiarkan hatinya dikuasai oleh hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Saat ini mengapa banyak orang yang kita tahu kehidupannya tidak berkenan pada Tuhan (atau mungkin kita sendiri) namun tidak langsung mati seperti contoh-contoh tersebut di atas ?

Bilangan 20:22-29, Allah berfirman kepada Musa agar menanggalkan jubah Harun dan Harun akan dikumpulkan pada kaum leluhurnya dan mati disana. Harun mati setelah jubah ditanggalkan. Padahal dulu kita tahu bahwa Harun dan Miryam memberontak kepada Musa. Ada jubah, jubah menggambarkan kasih karunia Yesus yang masih berlaku atas kita. Kasih Karunia Yesus melingkupi kita, bukan untuk membuat kita semakin tidak memiliki takut dan hormat pada Tuhan. Namun sekiranya itu bisa menjadi ‘kesempatan’ bagi kita untuk bertobat. Mungkin kita tidak langsung mati, namun pada saat hidup kita sudah tidak lagi memiliki takut dan hormat pada Tuhan, maka kita akan mengalami kemerosotan rohani. Begitu banyak contoh dalam Firman Tuhan yang mengisahkan tentang orang-orang yang sebelumnya Tuhan urapi, Tuhan pakai dengan kuat kuasa-Nya, namun karena mereka berbalik, tidak lagi memiliki takut dan hormat pada Tuhan, maka mereka kehilangan itu semua. Jangan sampai kita termasuk dalam bilangan ini. Hargai, syukuri semua anugrah-Ny,  beribadahlah dengan cara yang berkenan di hadapan-Nya, dan hiduplah tetap dengan hormat dan takut akan Tuhan. Amin.

Iklan

Tentang gpdigloria

Menangkan Jiwa Betapa pun Harganya
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s