Dari Padang Gurun Menuju ke Limpahan

Nomor : 680  Tanggal : 14 November  2010

(Oleh : Bp. Gembala)

(Ulangan 8:1-20)

Perjalanan hidup kita seringkali digambarkan dalam perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian.

Roma 15:4 “ Sebab yang telah ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita …”

PADANG GURUN

Merupakan gambaran perjalanan hidup dalam pimpinan Tuhan dan sgala yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Seringkali yang terjadi tersebut tidak enak bagi daging (kesulitan, masalah, pencobaan). Setiap orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Seringkali kita berpikir bahwa ikut Tuhan itu enak. Tapi mengapa Tuhan ijinkan banyak padang Gurun ? Apa maksud Tuhan ?

DIRENDAHKAN

Untuk merendahkan kita, agar segala kesombongan, keakuan, kebanggan diri semua dihancurkan. Tidak lain hanya bergantung dan berharap pada Tuhan.

DICOBAI

Untuk mengetahui apa yang ada dalam hati kita. Apa motivasi kita yang sebenarnya dalam beribadah, melayani, dsb. Seringkali orang Kristen apabila tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, ia menjadi kecewa, menjadi lemah, bahkan undur dari hadapan-Nya. Tanpa disadari kita sering beribadah supaya doa dijawab, sakit sembuh, dsb. Tidak salah datang pada Tuhan dengan satu permohonan. Namun jadikanlah YESUS sebagai tujuan utama kita datang di hadapan-Nya. Rindu akan pribadi-Nya, bukan hanya berkat-berkatNya.

LAPAR DAN HAUS

Untuk membuat kita mengerti bahwa hidup bukan dari roti saja, tapi dari segala Firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4). Kelaparan dan kehausan memaksa kita berdoa, berseru dan berharap hanya pada Yesus. Tidak lagi menggantungkan diri pada orang lain, maupun diri sendiri. Padang gurun akan membuat seorang anak Tuhan menjadi lebih dewasa rohani atau malah bersungut-sungut.

ULAR dan KALAJENGKING

Dalam perjalanan hidup kita senantiasa banyak ancaman, entah itu membahayakan keluarga, pekerjaan, kesehatan, dll.

Apa yang harus kita lakukan ???

Sebuah sikap yang benar sangat diperlukan agar kita bisa           melewati padang gurun tersebut.

1. Hidup taat Firman Tuhan dengan setia

Tidak hanya taat disaat mudah, namun dalam segala kondisi. Hidup benar, beribadah dengan sukacita, memberi persembahan dan melayani.

2. Jangan melupakan Tuhan

– Menggantikan Yesus dengan sesuatu yang lain.

– Mengasihi sesuatu lebih dari kasih kita pada Kristus.

3. Jangan tinggi hati

Rendah hati artinya : menyadari bahwa segala sesuatu yang ada dalam hidupnya hanyalah merupakan anugerah Tuhan semata, bukan karena kekuatan dan kemampuannya.

Contoh kejatuhan karena sombong :

Lucifer              : “aku hendak …”

Hawa                : ingin menjadi seperti Allah

Nebukadnezar     : “ dengan kekuatan tanganku sendiri.”

Hizkia                    : Jatuh sombong dalam keberhasilannya.

4. Jangan berkata dalam hatimu

Mengakui bahwa sebenarnya Allah lah yang memberikan segala sesuatu pada kita.

Iklan

Tentang gpdigloria

Menangkan Jiwa Betapa pun Harganya
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s