Memberi Persembahan

Nomor : 684  Tanggal : 12 Desember  2010

(Oleh : Bapak Gembala)

Lukas 6 : 38

“Berilah dan kamu akan diberi : Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Memberi persembahan adalah merupakan kehendakan Tuhan dalam hidup kita. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kita memberi persembahan :

1. Bersifat pribadi (Keluaran 35:22)

Setiap orang yang membawa persembahan bagi Tuhan harus berasal dari dorongan hatinya pribadi, karena ia telah merasakan dan menyadari bahwa semua berkat yang dimilikinya hanya berasal dari Tuhan.

2. Menurut kemampuan (Ezra 2:68-69)

Berilah persembahan sesuai dengan kemampuan kita, jangan memaksakan diri di luar kemampuan. Tapi juga jangan menahan-nahan apabila Tuhan memberi kita kemampuan untuk memberi lebih. Sesusai dengan kemampuan, sesuai dengan apa yang ada pada kita. (II.Korintus 8:12)

3. Tidak bergantung pada situasi dan kodisi (II.Korintus 8:2)

Jemaat di Korintus telah memberi suatu teladan luar biasa : selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, kemiskinan, aniaya, mereka tetap kaya dalam kemurahan. Janganlah pemberian kita hanya sebatas pada saat segala sesuatu berjalan sesuai dengan harapan kita.

4. Dengan sukarela dan sukcita (II.Korintus 9:7)

Berilah dengan sukacita, jangan dengan terpaksa apalagi bersungut-sungut.

5. Membuat perencanaan/persiapan.

Kita perlu melakukan suatu perencanaan keuangan yang baik agar bisa memberi yang terbaik bagi Tuhan. Sisihkan uang kita khusus untuk persembahan bagi Tuhan. Apa yang seseorang rencanakan mengenai hartanya , dari situ akan melihat apakah dia mengasihi Tuhan dengan hartanya juga. (I.Korintus 6:2)

6. Karena cinta (I.Tawarikh 29:3)

Sesuatu yang dilakukan karena cinta akan lebih mudah. Karena rasa cinta memampukan seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya berat. Demikian pula dalam memberi persembahan, hendaklah kita memberi karena cinta kita pada Tuhan yang telah lebih dahulu mengasihi kita.

7. Diberi banyak, dituntut banyak (Luk.12:48)

Setiap kita diberi Tuhan kemampuan untuk bekerja sesuai dengan anugerahNya. Namun jangan lupa, semakin kita diberi, semakin banyak pula kita dituntut utuk melakukan lebih bagi Tuhan.

8. Hukum tabur tuai. (II.Korintus 9:6)

Jangan lupa bahwa hukum tabur tuai tetap berlaku. Barangsiapa menabur sedikit akan menuai sedikit, namun barag siapa menabur banyak, ia akan menuai banyak pula.

9. Persembahan dan penyembahan

Seseorang bisa memberi banyak dengan jumlah yang membuat kita kagum. Namun belum tentu ia seorang penyembah Tuhan. Namun seseorang menyembahTuhan, tidak akan bisa tahan untuk memberi persembahan bagi Tuhan. Haleluya. Lagi-lagi Tuhan menekankan soal hati terlebih dahulu, bukan jumlah pemberiannya ! (Matius 2:11)

Janji Tuhan (Lukas 6:38)

Allah berjanji akan memberkati kita sesuai dengan apa yang kita tabur.

II.Kor.9:8 berkata kita akan senantiasa berkecukupan bahkan limpah dalam segala kebajikan.

Maleakhi 3:8-10 dikatakan bahwa Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit bagi kita.

Sifat Allah

Allah itu kasih. Ia telah memberikan yang terbaik bagi kita, yaitu Anak-Nya yang tuggal Tuhan Yesus Kristus. Sebagai anak-anak Allah, marilah kita juga memiliki sifat kasih ini : memberi yang terbaik dari diri kita. Amin

Iklan

Tentang gpdigloria

Menangkan Jiwa Betapa pun Harganya
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s