Meresponi Pengorbanan YESUS di Kayu Salib

Nomor : 681  Tanggal : 21 November  2010

Oleh :  Pdm. Hizkia Surbakti

(Kolose 2:12-14)

Yesus mengampuni segala pelanggaran kita

Pelanggaran yang mendakwa dan mengancam kita, yaitu dari DOSA. Roma 6:23: Upah DOSA adalah MAUT

Yesus membebaskan kita dari maut dengan memberi diri dipakukan di kayu SALIB.

Makna SALIB

SALIB adalah lambang penderitaan/kematian

Yunani: “STAUROOS”,  yaitu balok yang didirikan tegak sebagai alat untuk menghukum mati.

Salib adalah lambang penghinaan (Ibrani 12: 2).

Salib adalah lambang cemoohan (Matius 27: 39-44).

Dalam Perjanjian Baru, salib adalah alat untuk menghukum penjahat dan mempermalukan mereka di depan umum dengan memikul salib

Orang Yahudi menganggap salib sebagai kutukan. Gal 3:13, “terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib”.

Melalui SALIB kita diselamatkan

Filipi 2:6-8 Dia merendahkan dirinya menjadi sangat rendah

Menderita sampai mati di kayu salib. Bahkan tidak melawan, seperti domba kelu yang dibawa ke pembantaian (Kisah 8:32, Yesaya 53:7)

I.Petrus 1:18-19, kita ditebus bukan dengan barang fana, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah YESUS.

Nilai Salib (Efesus 2:16)

– Kemurahan Allah

– Penghubung manusia dengan Allah

– Karya Allah yang besar terjadi di kayu Salib

– Salib adalah tanda kekalahan Iblis

– Salib tanda kemenangan kita

Apa yang menjadi tindakan kita sebagai respon atas pengorbanan Yesus di kayu salib ?

Kita harus menindak lanjuti pengorbanan Yesus dengan menyerahkan diri mengikut Dia

Agar pengorbanan YESUS di kayu SALIB tidak menjadi sia-sia (1 Korintus 1:17)

1. Pikul salib

Lukas 9: 23 “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Penderitaan/salib yang berbeda

Salib kita adalah berjuang melawan DOSA, menderita di kala berjuang melawan DOSA, menyalibkan semua keinginan DOSA.

Keinginan daging adalah musuh terberat

Roma 8:13 “hidup menurut daging kamu akan Mati”

Keinginan daging membuat kita selalu jatuh dalam dosa berulang kali

Keinginan daging berawal dari ketidak puasan.

Manusia tidak pernah puas

Amsal 27: 20 “mata manusia tidak pernah puas.” Ketidak puasan itu adalah sumber Dosa

Yesaya 58: 11, hanya Tuhan yang membuat kita puas.

Yohanes 15: 18, “Dunia membenci kita karena firman Tuhan”

2. Memberi dengan hati

Yesus telah memberi diri-Nya di salibkan, semua yang Dia punyai Dia berikan !

Markus12: 41-44 kisah persembahan seorang janda miskin yg memasukkan 2 peser/ satu duit (1peser (lepton) merupakan kepingan  mata uang terkecil =1/8 sen.) Yesus katakan janda miskin memberi lebih banyak dari semua orang, karena ia memberi dari kekurangan, semua yang ada padanya, memberi dengan hati.

CEV “but she is very poor, now she doesn’t have a cent to live on” Tuhan tidak melihat jumlah pengorbanan, tapi nilai dari pengorbanan itu.

Memberi dengan iman

1 Raja-raja 17: 10-17  Dalam kesulitan dan krisis janda sarfat tsb masih memberi buat Tuhan, buat Elia, hambaNya.

Iklan

Tentang gpdigloria

Menangkan Jiwa Betapa pun Harganya
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s